Saya, Orang Asing dan Segelintir Cerita
Juni 10, 2019Ketika saya melakukan perjalanan, saya sebisa mungkin untuk memprioritaskan menggunakan transportasi umum, karena terbilang simple, saya juga bisa banyak bertemu orang lain dan mendengar sekilas cerita mereka. Karena bagaimanapun kita mengarungi lautan kehidupan yang sama dengan orang lainya, namun derasnya ombak dirasakan berbeda oleh setiap orang.
Saya selalu terkagum-kagum dengan berapa banyak cerita yang kita bisa dapatkan dari seseorang yang benar-benar baru kita kenal dan dalam waktu yang sangat singkat, ketika saya mendengar cerita dari mereka, saya seakan terbawa merasakan apa yang mereka rasakan dan membuka perspektif baru akan kehidupan bagi saya.
Ini adalah beberapa kisah favorite saya dari mereka, saya lupa kebanyakan nama dari mereka, namun saya ingat bagaimana cerita mereka.
Ibu penjual kopi samping Stasiun Tanah Abang, pagi itu saya menunggu kereta yang memang masih terbilang lama kedatanganya, saya keliling melihat banyak orang yang tertidur di luar Stasiun Tanah Abang, saya rasa mereka adalah para sopir yang kelelahan menunggu penumpang dari siang, tak jauh dari pintu masuk saya melihat ada seorang Ibu yang berjualan kopi, saya menghampiri untuk sebatas meminum teh dan bercerita selagi menunggu kereta tiba, diawali dari pembicaraan "Buka dari jam berapa bu?" sampai pada akhirnya Ibu itu bercerita tentang kebahagiaan dirinya mendengar anaknya diterima di kampus UNJ, dan merasa membuatnya lebih semangat untuk begadang membiayai anaknya kuliah.
Mas Gojek Simpang Lima, rute perjalanan saat itu lumayan lama, sekitar 45 menit karena kemacetan Semarang, seperti biasanya saya mulai mencoba mengajak mengobrol mas ini, dengan melontarkan beberapa pertanyaan basic seperti "asli mana mas?" . Lama bercakap dan setelah memberitahu bahwa saya sendiri sedang mempelajari Ilmu Politik, mas ini berpesan kepada saya, masih sangat jelas terngiang di kepala saya, beliau mengatakan,
Mas Kenny, kalau sampean belajar politik, ingat selalu buat diimbangi antara belajar ilmunya sama belajar akhlaknya, karena banyak para pejabat yang akhlaknya kurang baik, semoga mas tidak menjadi salah satu dari merekaTerima kasih pesanya mas, akan saya ingat selalu.
Mas Gocar menuju Stasiun Tawang, cerita ini bisa dibilang yang paling menyentuh, malam itu ketika saya hendak pulang menuju Stasiun, saya memesan gocar karena memang saya membawa satu koper yang saya rasa cukup sulit jika dibawa oleh motor. Sejak awal saya sudah mengira bahwa mas ini sangat ramah sekali, dan dugaan saya benar, saya tidak ingat awal pembicaraan kami, tapi pada pertengahan dia bercerita bagaimana dia ingin sekali membahagiakan kedua orang tuanya namun impian tersebut belum sempat terwujud, dan kedua orang tuanya sudah harus berpulang, dan dia berpesan.
Mas, kalau saya boleh saranin, Mas selagi masih punya kedua orang tua, tolong Masnya turutin saja apa yang mereka mau saya dulu bandel banget, tapi ketika saya sudah sadar dan ingin menaikan haji mereka, Allah berkata lainTak hanya memberikan pesan dan saran yang sangat baik, beliau juga menyarankan beberapa tempat makan yang enak, yang kami lewati malam itu.
Memang tidak jarang saya mendapatkan perilaku yang tidak menyenangkan dari orang-orang asing yang saya temui, tidak selamanya mereka terbuka, namun saya tidak pernah menyesal, karena ketika saya bertemu dengan orang-orang ramah dan mendengarkan cerita mereka, semua itu terbayar.
0 komentar:
Posting Komentar